Jang Jae Yeol

0 komentar

He's so cool, as writer. I dont know why, but I want his cool life :D
Its about Jang Jae Yeol, my favorite character there.

Want to see the drama? It's cool, check It's Okay That's Love

Berhenti Sekolah

0 komentar

Mulai SMA ini, gue eneg sama sekolah. Wakakak. Kebanyakan tugas, bukannya bikin tenang, bikin pusing kepala. Mbok ya di sekolah itu diajarin yoga kek, meditasi kek, biar banyak energi positif yang muncul. Banyak diskusi kek, dan di sekolah nggak mulu-mulu teriak-teriak kayak tukang bakso. Bah, pokoknya banyak hal memuakkan di sekolah. Satu-dua orang yang gue suka, tapi jarang liat nggak pernah bicara. Om Firman jarang kesini, P. Mas'ud nggak diajar lagi ~keleus Tapi, gue lagi masa-masa curhat ke Bapak Masud (selaaamaaat pak, anda terpilih menjadi orang yang saya curhati diantara ribuan lainnya) Nah, apalagi, sekarang haduh, nambah parah, sumpah gue benci! Mending masa MTs gue, meskipun gue nakal, tapi gue punya temen-temen yang kalem, adem, tentrem, seneng ngliatnya, kagak suka teriak-teriak, cantik lagi. -___- 
Gue pengen deh ikut Paket C, biar tahun depan lulus, dan gue bisa cepet kuliah. Entahlah, bahkan sampek gue kelas 2 ini, mana masa-masa bahagianya SMA?
Ya emang, gue seneng dapet pencerahan dari orang-orang, tapi disekolahnya kayak di tungku panas. Lebih kejam dari di hutan. 
Kejar Paket C tahun depan? Gue kayak anak akselerassiiiiii !!!!!!!!!!! Waaaaa. Pengen!
Andaikan gue bisa lebih berani, tinggal dua langkah lagi. Walaupun gue tahu dan paham, saat lulus SMA penderitaan gue belum selesai. Dan dunia ini akan tetap kejam. Tapi setidaknya, di dunia perkuliahan kita bebas jadi individu masing-masing --V
Kejar Paket C tahun depan? Akan gue pikirkan.
DU2 udah banyak yang berprestasi, hahaha. Nggak ada gue pun nggak apa-apa kan? xD

Budaya Yang Menyebalkan (Bagi Gue)

0 komentar

Eits, percaya ya, Indonesia memang negara yang kaya akan budayanya dan sangat menjunjung tinggi prinsip kekeluargaan. Dan satu yang sangat menyebalkan, dengan kedok kerja sama, satu tugas yang ngerjain satu yang ngopi sekelas. WTH! Emang babu elu! Dan bukannya gue sombong ya, tapi menurut gue nggak keren ya kalau harus PLAGIAT jawaban orang. Tahu kan PLAGIAT? Sama persis tanpa ada usaha buat merubahnya. Intinya MENTAL PLAGIAT banget, NGGAK KREATIF ! You know? Gue bukannya apa-apa ya. Gue fine2 aja kalau kalian mau nyontek kek, buka buku kek, apa peduli gue. TAPI, PLEASE ! KALIAN MENGGANGGU WILAYAH KEKUASAAN GUE dengan tingkah kalian yang sok kekeluargaan itu padahal menurut gue LICIK !
Oke, jadi gue paham apa persamaannya bijaksana sama licik. WTF
Dan, its okay. Gue remidi sendirian dengan segala kepolosan gue, melawan kalian orang-orang licik yang sudah punya jawaban. Hahaha, Tapi, gue nggak kalah ! Inget ! Gue nggak kalah ! Justru gue merasa menang dengan segala prinsip yang gue punya.
Dan apa kata kalian tentang gue? I dont care. Mau bilang gue pelit kek, apa kek, nggak peduli, nggak merakyat. Terserah! Toh dengan kalian bilang gitu, nggak mengubah prinsip dan karakter gue, yang emang diciptakan untuk melawan ketidak adilan di Dunia ini.
Dan jangan salahin gue kalau gue nggak percaya kalian bye ~ bahkan pada yang selama ini gue sebut2 malaikat gue.
Tapi, gue sadar, gue emang was born different. Titik.

Bipolar Disorder? or INFP ? or only Depression?

0 komentar

Hal ini muncul secara tak sengaja. Kemarin ketika di rumah, tiba-tiba suasana berubah. Sebelum ke rumah, hati bahagia. Saat di rumah, entah karena apa, mood rasanya jelek sekali. Tapi, terkadang membaik juga. Sebselum itu, sudah berkali-kali suasana hati berubah-ubah. Semua ketidak stabilan itu gue rasa udah dari dulu, entahlah. Dan gua pikir mulai parah saat SMA. Too much thing that make me depression?
Rasanya hati ini tercabik-cabik, entah karena apa. Tersayat sedikit bahkan tersenggol sedikit sudah berserakan rasanya.
INFP ? Ya, INFP sangat bahaya pada emosinya. Tapi, entahlah, atau jangan-jangan gue juga mengidap bipolar. Bipolar Depression.
Atau hanya depresi,
Tapi gue sering banget kayak gini. Gue merasa gue udah gila. Gue, gue.......................................
Entahlah
Gue selalu pengen nangis.

ID Card Hijau 20th

0 komentar

Kali ini tentang salah satu atribut yang unik di sekolah gue. Yap, sekolah DU 2 ini punya yang namanya ID Card yang wajib dipakai setiap hari sebagai tanda pengenal. Nah, jadi ID Card nya ini dikalungin gitu, jadi kayak ala-ala panitia gitu, hahaha. Dan di DU 2 ini ada 3 warna kalung ID Card yaitu biru, merah, hijau. Maka dari itu muncul sebutan angkatan biru, angkatan merah, dan angkatan hijau. Jadi, setiap angkatan itu berbeda warna ID Cardnya. Dan gue, tanpa gue tahu, ternyata ditakdirkan menjadi angkatan hijau. Saat gue kelas X kemaren, yang kelas XII sebagai angkatan 18, memakai ID Card Biru. Lalu, yang kelas XI sebagai angkatan 19 memakai ID Card merah. Dan angkatan gue, sebagai generasi ke 20 beruntung memakai ID Card Hijauu ! Walaupun, jujur. Menurut gue ID Card yang paling cocok dipakai itu yang warna biru, hehehe. Tapi, its okay. Gue seneng kok bisa dapet ID Card hijau, yang merupakan identitas pondok *wakakakk* Nah, lha yang adek kelas gue sekarang, yang kelas X, dia kembali memakai ID Card biru, walaupun belum makai sih sampe sekarang. Gue juga lupa kapan waktu kelas X dapatnya. Nah, ada suatu tragedi, dimana gantungan  di kalung ID Card gue tiba-tiba patah sehingga ID Card gue terlepas dari kalungnya. Padahal saat itu lagi penting banget, mau ikut seleksi AFS di Tebu Ireng. Dengan tergesa-gesa gue langsung ke kopsis buat beli kalung lagi, dan alamaak ! Kalungnya enggak ada tulisannya, alias polos-los-los. Nggak kece banget, keluar sekolah dengan kalung ID Card gak jelas. Akhirnya tetap gue beli kalungnya seharga 10.000 mamen -__- Lalu, gue copot gantungannya yang buat nyantelin ID Card (Beda model sama kalung gue yang lama) kayak yang buat gantungan kunci itu lhooo. Nah lalu itunya gue lepas, gue pasang di kalung lama, lalu ID Card gue akhirnya bisa tergantung sempurna. Huft, leegaaaa rasanya. Ya begitulah tragedi patahnya kalung ID Card. Dan sekarang, ID Card gue punya teman (eh dari dulu sih) yaitu Mike dr MU yang tergantung sempurna di kalung gue menemani ID Card. Sama-sama warna hijaunya !! Walaupun banyak yang bilang mata satu, mana gue peduli. Mike punya kenangan tersendiri di batin gue, hehehe. Oiya, dan dibelakang ID Card gue ada tempelan huruf V warna hitam, buatan dari kelas X. Oiya, konten yang ada di ID Card gue itu, yang sisi depan yang bisa dilihat langsung itu ada logo, nama lembaga, foto sama nama. Yang bagian belakang ada biodata sekalian tanggal berlakunya. Hmmm, oiya ID Cardnya itu berwana biru semua, jadi cuma tempat ID Card dan kalungnya yang beda warna. Karena, sekolah gue identitasnya warna biru. :v
Jadi ya gitu deh, ID Card di sekolah gue, bahkan adanya kalung ID Card itu katanya menyimbolkan cinta angkatan, jadi kalau nggak make itu, dibilang nggak cinta angkatan. Itu sih cuma kata orang :v

back to scH[E]oLL (read : hell)

0 komentar

Hahaha. Ini adalah tragedi yang setidaknya terjadi 2 kali dalam setahun, kalau gue SERING! Setiap pulang ke rumah, pasti akan merasakan ini. Jadi, menurut gue SMA ini sekolah kayak di neraka. Wakakak. Tugasnya bejibun banget, liburnya bentar, acaranya sedikit, hiburannya sedikit, anak-anaknya alaynya masya Alloh yang cewek-membosankan. -__- Liat! Sampek gue nggak punya temen :v  Gue ini nggak protes kegiatan gue di asrama, di SEKOLAH itu loh! Kayak di panci bertekanan tinggi -kata rancho. Semuanya di force buat masuk PTN dan jadi DOKTER xD ngakak? BANGET ! Kalo semua jadi dokter, siapa pasiennya. Untungnya gue adalah salah satu yang waras (atau malah gila pake banget :v) hahaha, jadi intinya kalau mau balik ke sekolah itu rasanya pengen nangis -__-
Rasa-rasanya tidak ada yang membahagiakan. Kalo di asrama sih gue masih ketemu master, kan bisa dapet pencerahan. Lha disekolah? 
Awal tahun ajaran adalah awal dari segala kepusingan -__- jadi sirkus lagi (!)
Huh, what the hell

EXPLORE (?) and ENRICHMENT

0 komentar

Jadi, gue menamakan ini sebagai EXPLORE and ENRICHMENT! ya, berjelajah dan memperkaya diri ! *kayak penjajah aja* oh tidak. Jadi intinya di kelas dua ini rasa penasaran gue lagi tinggi banget dengan hal-hal extreme *eh enggak juga sih* Jadi, dikelas dua ini gue udah ngerasain ulangan tanpa belajar sama sekali, megang buku iya, tapi langsung ketiduran, itu ulangan fisika :v dan rasanya remidi dua kali xD rasanya di point gara-gara nggak pake gesper, rasanya bolos apel, rasanya kagak piket :v wahahaha rasanya diem-diem fb an dan curi-curi kesempatan. Pokoknya menurut gue yah cukup menyenangkan lah. Tapi tetep SAY NO! Buat pacaran, udah nggak jaman pacaran :p wakakakak. Ada banyak hal muncul saat gue kelas 2 dan ada banyak hal baru yang gue rasain, rasanya keanehan gue semakin menjadi-jadi xD Ya beginilah perjalanan mengexplore dan enrichment berbagai pengalaman. Satu hal lagi, gue pengen nggak masuk sekolah satu minggu, PENGEN bangeeeet  ! Soalnya gue penasaran apa yang bakal gue dapet. Hahaha. Ada yang bilang kan? Cepat melakukan salah dan cepatlah benar! Mumpung masih muda, masih (mungkin) punya banyak waktu. Jadi, kalau gue penasaran gue pengen cepet tahu rasanya, ya udah :v
Awas, ini hanya dilakukan oleh orang-orang gila, karena gue emang gak suka aturan :v terlalu muluk-muluk :D
Jadi, go go EXPLORE and ENRICHMENT ! ^^

Me? INFP (!)

0 komentar

INFP ! Ada yang pernah mendengar istilah ini? Dan istilah sekawannya such as ISTJ, ISFP, INTP, ESFJ , dan lain-lain? Nah, ini adalah type dalam MBTI. Yang enggak tahu MBTI silahkan search ya untuk lebih lengkapnya. Nah, biasanya tes psikologi juga memakai ini. Jadi, ceritanya, gue juga baru tahu setelah tes peminatan awal kelas X kemaren. Di selembar kertas hasil tes psikologi oleh CV milik Om firman (psikolog favorit gue), disitu tertera INFP terus dibawahnya ada penjelasan panjang banget. Gue baca teliti banget, gue resapi penjelasan di kertas itu. Dan swear! Gue bengong sebengong-bengongnya! AMAZING! Pertama kalinya dalam hidup gue ada yang bisa jelasin gue gimana itu, ya kertas itu! *ngakak kan?* Iya, emang beneran baru ada yang ngerti gue ya kertas itu. Nah, setelah itu kan libur panjang, gue di rumah ngetes gue lagi, pake yang diinternet, hasilnya juga tetep INFP. Lalu, gue nyari-nyari segala tentang INFP tentang orang-orangnya, komunitasnya, dan masalah-masalah yang biasa diadepin mereka-mereka. Nah, ya! Itulah gue, masalah semua INFP itu sama, hampir semua passion orang INFP sama. Itu kan kelas X ya? Nah, setelah itu gue cukup berhenti memikirkan itu. Nah sekarang, waktu kelas XI gue merasakan hal yang lebih kuat terjadi pada gue, segala perasaan yang menurut gue *nggak dirasain sama yang lain. Segala kelakuan atau komitmen yang nggak dilakukan sama anak lain. Cukup lama gue memikirkan itu. Nah, akhirnya gue keinget lagi. Who I am? Gue search lagi tentang INFP. Completely true! Definitely!
Ya, emang seperti inilah gue. Dan jika emang itu natural, mana bisa segala sikap gue ilangin? Gimana pandangan dan segala perasaan itu gue ilangin? Gimana "idealist" itu gue lenyapkan? 
Biarlah, gue yang berusaha untuk memanage nya sebaik mungkin, dan mengontrolnya sendiri. Dan biarlah orang yang benar-benar mengenal gue lah yang tahu siapa gue, yang menerima gue.
Biarlah gue sendiri yang menjaga harta gue, untuk masa gue kelak. Saat "dia" datang. Saat waktuku datang. Jika tidak, biarlah aku tetap kembali ke langit dengan keyakinanku.
Semoga aku bisa melewati gelapnya dunia dalam setiap nafasku. Semoga aku selalu sabar dalam setiap sayatan yang muncul. Aamiin.
Tak akan kujelaskan selengkapnya INFP itu seperti apa dan bagaimana. -- Silahkan cari tahu sendiri.

Copas curhatan

0 komentar

EHm, gue kemaren nemu ini, dan I think, gue rasa ini sedikit mewakili beberapa hal yang ingin gue ungkapin. Haha. Gue copast curhatan dari survivinginfp.wordpress.com 
------------------------
I have come to wonder… how do you know if someone is willing to travel the spiritual path of life with you- even though it would take work? I am willing to put in the emotional work to be a balanced person.. but how does one know if the person is willing to be very patient with me and also be open to theirs as well?
I had thought my friend and I were spiritually connected in some way. Not sure if it makes any sense, but I had asked for someone with his name to be in my life before I met him. The first time we met was pretty average, but I had a dream of him where he turned and looked at me silently in a dream- it seemed to me it was indication we needed to talk. I kept dreaming of him after that- and it was more than I ever dreamt of anybody, family included.
The first time we went out for drinks, we saw a double rainbow and he even bought a mirror. We even had the same type of watch and mobiles. Now you think I’m in cuckoo-land don’t you? ;D.
I had felt then he was my mirror-mate, if you understand. Someone who reflects you closely, but inversely. I really cared for him.
It was often easy to understand each other and conversations would flow. I was always very honest and kind with him. But it was also easy to build on each others emotions, negatively. If I became irrational, he would follow suit.
During the past year or so though, we did our own growing and seemed more different.
Smart people will say that you cannot build a relationship on surface similarities- it has to be about similar values and respect.
Still its hard to let go of someone whom you cared intensely about and believe you have a spiritual connection with. But because he has implied this is too much for him as he does not know what would trigger me next and distance would be better, I will not force him. There is just no point.. right..?
I wish my anger issues would just go away.. and this didn’t turn out like this. I thought I had made progress in getting better- but turns out the explosives are gone but the switch is still there. My fuse is not working properly yet.. (haha..cynical laugh)
Cried out my eyes a bit, guess its time now to move on. (Ne (extroverted intuition) is being in a protective mode with the lame jokes..)
-------------------------------------
Sebenarnya itu nggak sepenuhnya mewakili gue, cuma yang paling gue suka yang gue underline, hahaha.

Yang Tak Terulang Sempurna

0 komentar



“Tidak ada hal yang bisa terulang persis tanpa cacat” begitu kata Om Firman. Tidak ada hati yang kembali utuh seperti sebelum retak, bisa sembuh, tapi tak bisa kembali utuh sempurna. Jikalau ingin mengulang masa lalu, akan ada banyak hal yang berubah. Jikalau ingin kembali, selalu ada yang tertinggal. Entah kenapa, mengapa tak ada hal yang bisa terulang secara sempurna. Pernah hati sangat bahagia, saat ingin mengulanginya, rasanya kebahagiaan itu berkurang sesenti. Memang hanya Dia lah yang Maha Sempurna. Namun, tetaplah ada rasa ingin mengulang masa lalu yang membekas, yang selalu ingin merasakannya lagi dan lagi. Namun, toh kalaupun diulang lagi tak akan sama, karena memang waktunya sudah tak sama, bisa jadi orangnya sudah tak sama. Masa lalu memang masa lalu yang tak terulang. Masa lalu memang dibelakang yang tak bisa ditarik ke depan. Jadi, yang bisa dilakukan hanya mengingatnya. Yang kita lakukan sekarang berjalan di waktu ini, dan menatap masa depan, dan akan terus begitu. Karena, waktu tak pernah berhenti. Hah, entahlah. Biarlah yang bahagia itu menjadi kenangan. Akan ada kebahagiaan baru, dalam bentuk baru. Semoga. Jika sudah berlalu dan tak dapat diulangi, bisa berbuat apa?

Kata Neng Gue

0 komentar

Neng AA adalah pengasuh gue, Bu Nyai paling kece yang gue tahu xD Jadi, tadi malem Neng mulai nerangin sesuatu hal yang baru, jurusannya sih tasawuf (menurut gue) Tapi, semua itu dimulai dari bahas ilmu. Nah, kata beliau sekarang itu aneh, sebenarnya ilmu dan pengetahuan sejatinya sama, Iya kan? Bedanya Ilmu itu bahasa arab sedangkan Pengetahuan itu bahasa indonesia. Jadi, apa? Jeruk kok makan jeruk. Maruk -__- Begitu kata beliau. Ngakak deh. Nah, terus bahas pendidikan zaman sekarang. Lihat ? Visi misi sekolah sekarang, mencetak, mencetak bla bla bla. Emangnya apaan, murid kok di cetak-cetak xD Kalau, menurut kesimpulan gue, bisa jadi mencetak itu cuma mencetak rapot xD Bener kan? Nilai dicetak di atas selembar kertas, terus jadinya raport :v Menurut gue. Hahaha. Gue lebih senengnya lagi, kata Neng, sekarang itu bukan malah memintarkan, pada pembodohan semuanya. Disuruh ini-itu, yang emang bukan passionnya dipaksa buat menguasai, iya kalau sekedar tahu, tapi dipaksa MENGUASAI ! Bahkan Allah masih murah hati kok, untuk memberikan kebebasan pada hambaNya untuk memilih. Lhah ini? Apa-apaan. Dan apa? Jadinya, muridnya menguasai ilmu mencontek, ngrepek, boongin guru, akting, ngeles, dsb. Itulah akhirnya yang dikuasai murid. Dan, akhirnya membuat murid paham

Merubah Nasib

0 komentar

Sedikit mengutip "Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, selama kaum tersebut tidak mau berubah" kira-kira seperti itulah firman Tuhan yang Maha Penyayang. Beberapa hari yang lalu, sempat berdialog dengan salah satu orang hebat yang ku temui. Ku tanyakan satu hal "Sebenarnya apa tugas kita sebagai pemuda?" Beliau menjawab "Merubah nasib" Iya, merubah nasib. Begitu jawabannya. Kusimpulkan, berusaha menjadi lebih baik, itu lah mungkin yang disebut merubah nasib. Aspek apa saja, berubah lebih baik. Sulit kah? Tentu sangat sulit, tapi sungguh sombong lah manusia yang lupa, bahwa ada yang Maha, yang tak pernah meninggalkan hambaNya. Yang selalu setia, seberapa lupa hambaNya. Semua kehendakNya, kita tinggal meminta dan mengambilnya. Aku merenung, iya, tugas pemuda adalah merubah nasib, tentang dirinya. Itu, kesimpulan yang ku dapatkan setelah berdialog dengan beliau. Setelah itu, aku juga bertanya dengan teman, seorang kawan. Ku tanya "Untuk apa kita hidup di dunia ini?" Dia menjawab "Untuk menjadi lebih kuat untuk berjuang" Aku menuntut "Berjuang untuk apa ? Hal fana apa yang perlu diperjuangkan?" Dia menjawab "Agar saat kita mati, keturunan kita tak merasakan apa yang kita rasakan" Cukup tercengang dengan jawaban ini. Kusimpulkan "Merubah nasib..." Dia menambahkan "Nasib keturunanku" Aku membenarkan, sungguh membenarkan. Aku mulai merenung lagi, iya, merubah nasib para penerus. Kita yang mengusahakan, dan merekalah yang merasakan. Perubahan itu pelan-pelan. Bukankah juga seperti para pahlawan-pahlawan? Merubah nasib demi penerusnya? Demi kehidupan yang lebih baik. Dan saat meninggal, kebaikan di bumi lah yang mereka tinggalkan, yang dirasakan anak cucu mereka. Aku terhenyak, manggut-manggut, mengiyakan. Benar, merubah nasib lah yang harus kita lakukan. Dan hal itu tak dapat dilakukan tanpa banyak mendengar, melihat, dan berpikir, dan berharap. Begitulah, tugas pemuda. Mengubah nasib, penerus, untuk bumi lebih baik.

Sama Tak Beda tapi Tak Sama

0 komentar

Hehehe, sama tak beda tapi tak sama, alias sama tapi tak sama (?) . Yap! Ini adalah urusan biologis manusia. Siapapun manusia itu tentulah sama. Mau apapun predikat dan pangkat mereka, tentu untuk urusan biologis tetap sama saja seluruh manusia. Tubuhnya sama, yang menyusun sama, darahnya warnanya sama kan? Kalau tidur sama kan? Sama-sama meremnya xD Nah, so, jangan mengira misalnya jika seorang Kyai, atau apalah, sudah tidak bisa maksiat. Itu mah kagak bener-kata master gue lho! Atau jika sudah Ilmuwan maka tak suka makan atau tidak tidur, itu mah nonsense! Mereka pasti juga tetap lapar, tetap haus, capek, ngantuk. Lihat, bahkan Rasulullah saja tetap seperti kita kan? Beliau juga makan, minum, menikah, kelelahan, sakit, dan lain-lain. Nah, kata master gue tadi malam, jadi kalaupu  sudah Kyai atau apalah juga masih memiliki nafsu. Nah, jadi? Jadi, yang membedakan antar manusia hanyalah imannya. Seberapa kuat iman seseorang. Apapun predikat manusia, iman tetaplah bisa tergoyahkan. Jadi, sebisa mungkin kita harus berusaha kuat untuk mempertahankan iman dan terus menambahnya. Iman lah yang mempertahankan kita dari segala arus dunia yang mengerikan. Apalagi zaman sekarang, apalagi untuk anak muda, godaannya buaaanyak bangetsss pake pol . Sulit untuk benar-benar menjaga diri, jadi hanyalah iman yaitu dzikrullah lah yang menjadi benteng ! Kita sama dengan manusia yang lain atau pemuda lain, dan imanlah yang membedakan kita, yang membedakan perbuatan kita. Jadilah beda! Beda yang membanggakan ! Kuat iman itu beda! Beda yang hebat ^^ Anak muda yang beriman kuat itu beda! Beda yang kece badai :v

C o p a s

0 komentar

Gue, jujur eneg banget kalau melihat yang kayak begini ini. Nggak cowok nggak cewek sama aja. Semuanya sukanya nyalin. Aduh, terus buat apa embel-embelnya unggulan? xD Perasaan juga sama aja sama yang lain. Siapa yang salah? xD Entahlah. Tapi, lalu dimana pembelajarannya? Pembelajaran untuk melakukan apa saja demi mendapat nilai? Hahahaha. Mungkin itu. Tapi, moral, semangat untuk berusahanya? Nol. Padahal ini baru tugas mudah banget tinggal nyalin buku, tapi masih juga nyalin jawaban temen. Coba pas ulangan, banyak yang nyalin jawaban di buku terus dicopas deh di lembar jawaban. Terus akhirnya, nilainya paling bagus, wuw. Begitu? Jadi, begitu sikap para generasi baru Indonesia ini? Terus buat apa, pendidikan ini? Jadi, sekolah hanya mengajari penghuninya untuk melakukan apapun demi mendapat nilai. Mengenaskan. Ini masih disekolah, jika mereka sudah jadi pegawai dan lain-lain? Cari sendiri jawabannya. Menyontek untuk mendapat nilai, hah itu sudah basi, cerita lama yang masih berlanjut. Mana jiwa usahanya? Jiwa yang katanya ilmuwan itu? Calon dokter seperti itu? Hahaha. Entahlah, gue selalu ingin ketawa.Nyontek demi nilai? Padahal itu tinggal nyalin buku jika itu tugas? Atau nyalin buku saat ulangan lalu dapet peringkat pertama, terus naik ke panggung? Hmm, pikir sendiri.

Baju Kebesaran

0 komentar

Eits, bukan tentang baju yang menjadi kebanggaan. Tapi, memang baju yang dipakai ke-besar-an. Ini salah satu fenomena yang menurut gue menarik. Gue baru sadar *gubrak. Bahwa rata-rata cewek akan bingung sendiri, cenderung alay kalau tahu ternyata bajunya kebesaran, meskipun sedikit. Apalagi yang inginnya malah ngepres-ngepres sampai lekuk badannya keliatan padahal pake jilbab lho. Wah, ini nih yang nggak bener alias buat apa? Eits, tunggu. Gue bukannya iri atau lain-lain. Cuma gue ngeliatnya lebay aja kalau misal nggak pede pake baju karena kebesaran dikit. Ya walaupun masing-masing orang mempunyai opini dan komitmennya masing-masing. Tapi, bagi cewek-cewek yang nggak alay ataupun lebay pastinya jangan sampai kan pakai baju yang keliatan kekecilan. Lebih mending kebesaran kan? xD Sekalian lah kalian membantu cowok untuk menjaga matanya. Kan bisa jadi kalian dapat pahala tuh kalau membantu orang meminimalisir berbuat maksiat xD hehehe. Gue bukannya sok menasehati, ataupun dengan modus iri. Cuma mengeluarkan opini sekaligus mengingatkan, kalian nggak tambah jelek kok kalau pakai baju meskipun yang nggak press body! Ingat, cantik bukan pada pakaian, tapi apa yang ada dalam diri kalian ! Disebut hati ^^

Scare

0 komentar

Aku 16 tahun, remaja yang seharusnya bahagia kan? Hahaha. Entahlah bagaimana definisi kalian tentang bahagia. Mungkin punya baju banyak dan modis, tampil cantik memukau, banyak disukai lawan jenis bahkan sampai nolak-nolak, populer diantara yang lain. Mungkin seperti itu definisi bahagia kalian? Tapi, aku tak punya semua itu. Dan, aku bahagia, sungguh aku bahagia. Meskipun kalian tak tahu, tak ada yang tahu aku setiap hari bahagia, hatiku tenang. Aku bahkan masih bahagia mengetahui apapun yang aku alami. Aku 16 tahun, dan aku bahagia, namun aku seperti hidup dibawah bayang-bayang. Bisa saja setiap saat aku akan sekarat, kehilangan setengah jiwaku, walaupun aku tetap bahagia. Tapi, aku selalu takut, hidup dibawah bayang-bayang yang bisa saja semakin gelap. Menutup hampir seluruh cahaya harapan-harapanku yang gemilang. Berapa kali aku mencoba menghibur, bertanya pada master, tapi, tetap.... aku akan sekarat merasakan bayang-bayang yang menaungiku. Aku 16 tahun, dan hidup dalam ketakutan terselubung. Yang lalu lebih sering membuatku hidup dalam kebencian, kebencian sirri yang tak ada manusia. Bayang-bayang itu.... bahkan membuat rapuh relung-relung yang sudah tergores dimana-mana ini. Aku, selalu takut. Dan namun, aku seakan tak mampu menghilangkannya. Aku menerimanya, bisa jadi ini hukuman bagiku. Ya, mungkin ini hukuman. Bahkan, hatiku sudah terlalu rapuh untuk terlalu berharap apapun.
Namun, aku bahagia, sungguh. Tidak, ini sudah jalanku. Tak ada alasanku untuk membenci jalanku. Namun, aku juga tak bisa lepas dari bayang-bayang ini. Biarlah, biar ku nikmati segala kerapuhan dan kegelapan oleh bayang-bayang itu, entah hingga kapan. 
Aku gadis 16 tahun, dan aku bahagia, hidup dalam bayang-bayang yang setiap saat bisa merapuhkan cahaya-cahaya gemilang harapanku.
Terima kasih Tuhan, kau memberiku yang terbaik.

Serigala

0 komentar

Miris ya, anak muda jaman sekarang senengnya boong. Udah nggak usah ngeles, keles. Ya gue juga, gue suka becanda boong-boong. Tapi, parahnya, anak jaman sekarang suka ngeboongin anak orang lain, siapa elu padahal. Bisa-bisanya boong-boong seenak jidatnya. Dan, entahlah kenapa ya perasaan kok mereka ngebosenin, entahlah. Mungkin gue aja yang geje. Gue nggak seneng sama cowok yang sok kenal, dan emang kebanyakan cowok kayak gitu. Nah, itu yang bikin gue eneg! Astaga, kata master cowok jaman sekarang itu serigala ! Plis! Dan ketika gue tanya ke master "Lalu, sekarang masih adakah lelaki yang bukan serigala?" Beliau dengan rendah dan pelan menjawab "Ada, pasti ada" dengan arti akan sulit menemukannya. Sudah terlalu banyak serigala bertebaran. Rasanya gue sakit, lemes, sekarat -alay. Mendengar pernyataan kayak gitu dari master. Dan, ya tahu kan serigala? Ketika akan menangkap mangsanya dia tersenyum, menyeringai, tapi setelah itu ditirkam lalu ditinggal. So? Oke, end. Serigala akan mencari mangsa lain. So, be smart! Gue pernah ketemu serigala? ^_^ mau tahu? Iya, semua yang gue temui adalah serigala (kelihatannya) Hingga akhirnya jadilah gue seperti ini. Sang rusa sekarat yang berontak ^_^ Enjoy? Of course, I should enjoy my life. Terkadang gue udah putus asa sama kebaikan di dunia ini. But, actually, memang tak ada yang benar-benar baik di dunia ini. Semuanya akan hancur lebur. Dan orang-orang seperti gue, mungkin udah nggak cocok hidup di disini. Berharap Lothlorien bakalan muncul lagi. So, everyone, be smart to face the wolf ! However they are, the will smile, eat, than leave you.

"Ngecer"

0 komentar

Istilah ini gue dengar pertama kali ya di lingkungan pondok gue ini. Ini digunakan untuk menyebut orang yang ya semacam tebar pesona. Bisa cewek bisa cowok. Nah, di lingkungan gue cewek sama cowok dipisah. Jadi, saat ada cewek jalan di depan anak-anak cowok, itulah disebut ngecer, begitu pula sebaliknya. Eits, jangan salah. Ini tetap tergantung niat masing-masing manusianya. Ya emang ada yang terang-terangan dan keliatan banget "ngecernya" alias keliatan salting. Nggak mau nggak mau padahal ngebet -nah inilah biasanya orang yang punya keinginan ngecer terpendam. Atau yang emang udah pede banget sambil senyam senyum tebar pesona, nah ini tipe blak blakan. Dan ada juga yang stay cool alias emang "dont care" alias ya emang jalan doang-wong itu jalannya. Nah, jujur..... Gue tipe nggak peduli. Gue cuma khawatir kalo misal rok gue ternyata punya celah yang lebar-ini gue baru rada salting. Selain itu "I dont care" . Menurut gue, so what? for what? -__- *tapi kalau untuk cowok gue nggak tahu ya motifnya apa, ya mungkin emang tebar pesona. Tapi, menurut gue ya nggak perlu lah. MENURUT GUE -untuk orang lain gue nggak tahu. Karena, ya entahlah. Untuk apa sih? Dandan cantik-cantik untuk mereka yang bahkan nggak kenal, nggak jelas orangnya, nggak berpengaruh pada diri kita. Jujur, gue emang terkadang emang harus keliatan "beda" saat di depan ibu gue, ataulah keluarga lah. Ya, karena mereka keluarga gue, mereka berarti buat gue dan gue berarti buat mereka. Hai, para wanita khususnya, laki-laki yang "diberkati" tentulah dapat menemukan cantiknya wanita itu bahkan tanpa wanita harus harus muncul di depan mereka bahkan tebar pesona. Tapi, yah. Ini hanya opiniku. Memang masa-masa muda, mungkin memang saatnya begitu, dandan, disukai laki-laki banyak, tampil cantik dimanapun, modis. Hahaha, tapi sayang, entah kenapa hatiku tak ingin untuk terlalu alay memikirkan hal tersebut. Berbahagialah kalian, kalian tak perlu merasa akan kalah cantik atau kalah mencolok atau kalah wangi kalah modis saat disampingku xD wakakakak

P.S : Hei, laki-laki "yang diberkati" adalah laki-laki yang mempunyai jalan yang tak dimiliki kebanyakan orang. ^_^

Parfum

0 komentar

Hai, kali ini gue mau menyatakan kemuakan keberatan gue atas yang mereka lakukan (!) Yang selalu menyiksa mengganggu hidung gue -wakakakak. Jadi begini. Hai wanita, gue tahu untuk menjadi wangi itu enak, tapi kalau wanginya kebanyakan. Tak tahukah kalian betapa tersiksanya orang sekitar? Apalagi spesies manusia (kayak gue) yang hidungnya sensitif dan mudah mengirimkan sinyal ke otak. Ketika membau hal-hal yang tidak wajar, seketika kepala menjadi pusing pening. Baik, ini kedengaran konyol, tapi ini sebenarnya cukup penting. Begini, jika saja setiap kalian pergi kalian memakai setengah botol parfum untuk satu baju, lalu jika besoknya memakai baju yang sama, maka kalian sudah habis satu botol parfum ! Astaga! Itu adalah pemborosan besar yang bahkan manfaatnya kurang. Jika ini hanya sekedar lomba wangi-wangian antar teman, buat apa? Toh, nggak mendapat hadiah jika lebih wangi, walaupun bisa jadi mendapat umpatan jika tak wangi, tapi so what? Dan jika ini tentang menarik hidung laki-laki untuk membau dan lalu menoleh, lalu juga buat apa? Ya mungkin ada yang bisa langsung berdesir hatinya saat membau parfum kalian yang memang tak biasa xD Tapi, bagaimana jika malah mereka membatin-batin "Alamak, ini cewek punya parfum sebotol sekali pake kali ya, wah bisa langsung kere gue kalau tiap hari beliin dia parfum" Nah, lhoh -wakakakakak. Lagipula, enggak baik juga cewek kemana-mana terlalu wangi *wesseh sok menasehati* Jadi, please. Pake parfum secukupnya aja ya ._. Soalnya gue nggak tahan sama wangi-wangi yang terlalu wangi, apalagi yang baunya eneg. Bukannya gue iri, cuma kasihan orang sekitar yang hidungnya sensitif kayak gue -__- Thank you !

P.S : Hmm, dan saran juga bagi spesies seperti gue, lebih baik sediakan masker
*wakakakakakak.

Masa-masa Alay (Special Edition)

0 komentar

Why? Special edition? Iya, gue menceritakan sudut lain matsanda. Nah, ngronggo. Lingkungan itu adalah lingkungan sekolah, rame deh. Nah, depan sekolah gue banyak penjual yang enak-enak. Hahaha. Gue suka pentol depan MTs yang gue nggak tahu namanya yang jual *hahaha. Ada lagi penjual siomay Pak Dadang yang bumbunya "beda" *menurut gue. Terus ada roti bakar seribuan yang jual bapak-bapak lumayan tua. Oiya, ada tahu kres juga. Dan ada warung langganan gue, lintang :D gue lumayan deket sama mbak nya, yang gue nggak tahu namanya sehingga gue suka manggil mbak lintang -_-V *gue lama banget nggak nyambang. Nah, kalau malem ada Nasi goreng xD Disudut lain, ada toko pak Sis ! yang setia *hellah* untuk jadi tujuan belanja kebutuhan hidup gue selama disana :D Dan ada warnet yang juga setia jadi tempat tujuan gue xD hahaha. Emang disana lengkap deh xD Dan nggak lupa juga, mbak laundry yang selalu sabar buat nerima cucian gue yang selalu berembel-embel "Mbak, diambil besok bisa?" Dan mbaknya selalu jawab "Iya, mbak saya usahakan" Kalau nggak gitu pagi2 gue udah telepon "Mbak, udah buka? Saya mau laundry" Dan pasti jawabnya "Iya mbak, sudah" atau "Iya, mbak mau saya buka kok" Hahaha. Dan tentunya pondok gue selama tiga tahun Avissina tercinta *wakakakak. Yang gue adalah mungkin termasuk santri terbandel dan termalas hahaha. Ya sudahlah, itu semua kenangan. Tapi, gue seneng mengenangnya. Hidup gue disana berwarna-warni, lucu. Nah, dan ada yang nanya nggak tentang kisah "rasa suka" gue? NGGAK. Yaudah, berarti nggak perlu gue ceritain. Biar yang sudah tahu yang tahu, yang belum ya biar tidak tahu. xD Tapi, yang jelas, sekecil apapun rasa suka itu pastilah punya cerita, meski cuma secuil. Dan disana, aku selalu suka suasana sore hari di Kediri, terutama di sekolahku sana. :)
In memoriam -gue yang akhir-akhir mau lulus suka kencan sama hinda di depan sekolah, berbicara banyak hal, memperhatikan banyak hal, bahkan melihat seseorang *mungkin* xD *miss this moment*

---A.K (akhir kata) : Akhirnya, mengenang masa alay selesai juga ya. Meskipun alay, tapi masa itu selalu indah dan lucu untuk dikenang, dan tentu banyak pelajaran yang bisa gue ambil yang nggak bisa gue sebutin satu-satu. Yang lalu biarlah berlalu, saatnya memperbaiki untuk hari esok lebih baik. ^_^

Masa-masa Alay (Part 4)

0 komentar

Memasuki gerbang kehancuran perpisahan, kelas 9, angkatan tertua dalam sekolah. Gimana rasanya? Swear, wuenak tenan mantap jos gandos *alay* Tapi, emang. Serasa ISTIMEWA. Banyak dibikinin acara, nggak boleh capek, tapi banyak ujian, tapi bimbingannya wuih los ! Baik banget yak gurunya? Emang, menurut gue. Selain itu, di kelas 9 ini kita jadi makin lekat kayak lem eh maksudnya amplop sama perangko gitchu Dari bikin senam bareng ._. Lomba senam, jalan-jalan, pokoknya serasa "sesuatu" kelas 9 itu. Oiya, bimbingannya waktu kelas 9 diubah lho, diacak, jadi bisa jadi anak A bisa sama anak B. Dan gue dua kali kalo nggak salah di kelas A. Oke, cukup. Lupakan tentang ujian. Tapi, di kelas 9 nggak ada lagi english atau arabic camp, sedih ya? Iya, banget -__- Nah, tapi seru kok tetepan! Banyak hal terjadi di kelas 9 *eh. Dari mulai musikalisasi puisi, yang oh astaga bisa punya lagu sendiri itu "sesuatu" sampai apa ya? Gue banyak tahu rahasia anak-anak di kelas 9 -wehehehehehehehe xD ngakak! Terus menjelang UN, kelas 9 juga punya acara khusus yaitu Refreshing Day, dimana kelompok2 yang anggotanya diacak dari seluruh kelas 9. Sueru! Gue masih ngakak kalau inget, gue yang usul kalau identitas kelompok kita adalah serbet xD simple banget kan? Dan nama kelompok kita adalah palu! Dan gue rasa, rujak kelompok kita yang paling wenak! Dan lagi.... Kelompok menang apa ya *lupa eh xD haha. Pokoknya ada estafet air, lempar belut *ini yang paling seru* , makan krupuk, dan yah, enak deh pokoknya. Dan juga ada banyak kejutan di kelas 9, nah semester satu kelas 9 peringkat gue naik xD WAKAKAKAK, karena emang di kelas 9 gue dapet guru yang wenak-wenak. Semester dua ehm gimana ya? Ya, UN ! Setelah UN, ya nyari sekolah -oh, astaga ini bad memori- Oiya, gue seneng banget jalan-jalan ke Jatimpark *wuuu soalnya gue emang nggak pernah kesana :v terus setelah UN nginep di malang, huwaa wuenak, disitu gue bisa naik perahu lagiiii. Seru! Lalu, malemnya bakar-bakar yang emang kelas gue siap banget bawa bahannya. Hahaha. Dan tibalah graduation, ehm ya biasa aja sih menurut gue graduationnya *eh. So sweet sih antara Kepala Sekolah sama Kamal *hahaha* Itu yang berkesan. Nah, itu deh. Serasa cepet disana, tiga tahun, huah! Banyak kenangan yang emang nggak bisa ditulis satu persatu. Oiya, di kelas 9 gue ngerasa lumayan dekat sama kepala sekolah *lhoh entahlah, mungkin karena beliau sering memberi wejangan hahaha. Dan yang paling gue ingat adalah "jununu fununu" ternyata itu diambil dari nadhoman kitab ta'lim yang setiap malam selasa gue lantunkan *eak. Intinya cuma orang gila yang pengen pinter/kaya tanpa usaha. Hahaha. Bersyukur. Bersyukur pernah disana, pernah kenal mereka, berjuang, dan menuntut ilmu bersama-sama~ 
Semoga mereka akan selalu menjadi orang-orang yang terlindungi dan terahmati :)
*In memoriam 
-Bu Yosi Adilla -guru BK kesayangan yang selalu menawan senyumnya
-Bapak Mansur -guru Aqidah Akhlak yang selalu berbaik hati menyimak hafalanku yang kata beliau banyak "korupsi"
Terima kasih guruku,  dan semua keluraga besar MTsN Kediri 2 *especially kelas B :D


Masa-masa Alay (Part 3)

0 komentar

Baiklah, lanjut lagi. Memasuki kelas 8, ehm apa ya? Yang paling gue inget, kelas 8 ini gue mulai deket sama ila sama laila dan banyak anak lain xD hehe, ya setahun kenal harus lebih kenal kan ya? Hahaha. Dan tahun itu ajaib, gue yang biasa-biasa aja ini bisa dapet beasiswa dari kemenag *yang baru gue baru tahu berapa baru-baru ini* Kenapa? Karena, gue pernah menang lomba, lomba apa? Rahasia dong :p wakakak. Pokoknya nggak nyangka. Emang ya, kapan sih Tuhan nggak baik hati? *renungkan sendiri* Oiya, saat kelas 8 gue mulai rada paham beberapa pelajaran *wkwkwkwk. Ya gitu, gue masih sering jalan-jalan. Oiya, ada SKAL (Studi Kenal Alam dan Lingkungan) Seru sih, ke Yogya, ya gitu deh. Sama kayak waktu gue SD hehe bedanya nginep di hotel ._. Dan lucunya lagi gue ikut bimbingan ala OSN Matematika -__- Lucu? BANGET! Gue milih itu gara-gara waktunya yang emang hari jumat *nggak menganggu waktu pulang gue. Dan sebentar banget, mulai pulang sekolah sampai waktu jumatan. Soalnya gurunya Pak Ulum hahaha *yang "sesuatu" :D wakakakak *Hai, pak ! Dan, di kelas 8 ini, kelas gue punya project buat tampil di perpisahan kelas IX. Dan apa? Kita DRAMAAAAA! Ini adalah entah gue lupa, menurut gue KEREN! Kece banget ! Gue yang nulis naskahnya *pamerdikit* Dan sekaligus, ya tau deh gue suka ngatur-ngatur emang kalo ada tampilan-tampilan xD Iya, ini drama yang spesial karena hampir satu kelas terlibat semua. Kecuali, beberapa anak cowok dan ceweknya yang nggak ikut gue, laila, ila, sabila. Tapi, gue tetep bangga kok! Terharu waktu selesai mereka tampil, riuh penonton tepuk tangan! Bahkan, mereka juga bisa tampil di acara perpisahan umumnya loh! Itu cuma salah satu karya kita xD Ada drama-drama lain lagi. Ya gitu, kelas gue emang gudangnya artis (y) ! Dan gue suka untuk menjadi "penonton" saat mereka tampil, "menemani" saat mereka latihan ! *Miss this moment*  Nah, itu secuil hari-hari kelas 8 gue :D lanjutnya di part 4 xD

Masa-masa Alay (Part 2)

0 komentar

Kembali lagi dengan zaman baheula ku, ehm baik langsung menuju MOS. Ini adalah pengalaman pertama diperlakukan seperti orang bodoh oleh entah orang yang tidak dikenal. Disuruh pakai atribut aneh-aneh yang menurut gue nonsense dan nggak ada manfaatnya sama sekali. Alih-alih ngeluarin duit, nyusahin orang tua karena saat itu yang ikut MOS adalah anak yang baru lulus SD, bisa bayangin kan? Gue juga gitu kok, nyusahin keluarga gue. Jadi, berharap Indonesia punya MOS yang lebih berkualitas ya aamiin. Jadi, MOS kali itu ya biasa aja, capek. Nah, dan baru setelah itu hari-hari gue disana dimulai. Langsung saja, dikelas 7B *waktu itu, gue menemukan orang-orang bernama ini *urut dari absen satu sampai 30* Yogi, Ardi, Andi, Diego, Hanif, Ilham, Imam, Faish, Saddam, Jemi, Naufal, Arip dilanjutkan Adrista, Tya, Nia, Via, Aqila, Risda, Dhita, Eliz, Erien, Fatatin, Haniza, Hinda, Laila, Sabila, Silvi, Vena (eh ini gue xD), Wahyu, Ama. Yap! Mereka anggota kelas B, yang emang bareng dari kelas 7 sampai kelas sembilan. Ehm, waktu kelas 7 wali kelas gue bu Zahrok, kelas 8 bu Nur Aini, kelas 9 Bapak Shofwan. Dan seingat gue, gue pernah jadi perangkat kelas dua kali xD Jadi, masa-masa Mts gue pun dimulai. Banyak kegiatan yang gue alami. Yang paling awal yang berkesan adalah Jurnalis Trip, yang nginep di markas Radar Kediri sampe ke pabrik kertas. Wuih, malem-malem makan pecel. Sesuatu banget deh ._. Dan, laporan gue menjadi yang terpilih untuk dimuat di koran radar kediri lho! *idungembang* Oiya, waktu itu juga gue sama temen-temen jadi penjual koran dadakan di lampu merah xD pagi-pagi, hahaha. Seru! Dan juga ada English-Arabic Camp, terus apa ya gue lupa namanya, pokoknya nginep 3 hari di HEC Pare. Itu juga seru, belajar bahasa inggris sama tutor-tutor muda. Dan ada beberapa kunjungan lagi. Hmm, lalu pelajaran gue? Entahlah, mereka menjuluki gue "anak tersantai" ~wakakakak. Tapi, emang gue nggak mikir kok, makanya hidup gue dulu bahagia *sebelum negara api menyerang. Dan, lucunya gue sempet ikut osis lho, tapi putus saat naik ke kelas 8 :v hehe. Jadi, kelas 7 itu gue masih nakal-nakalnya lah *wakakakak dan culun banget. Lanjutannya di Part 3 ya !

Masa-masa Alay (Part 1)

0 komentar

Zaman yang kunamai masa alay ini berkesan, tentulah. Memang tak ada masaku tak berkesan *hellah* Jadi, jeng jeng jeng. Saat aku MTs, atau yah masa SMP. Sebenarnya ini cukup mengerikan malu, pengen ketawa kalau ingat. Tapi, emang lah, kata sobat gue "Masa lalu emang selalu lucu" completely true! Jadi, waktu itu gue yang baru mau lulus SD, dengan pede-nya daftar ke sebuah sekolah di kota sebelah bernama Kediri, tepatnya gue menuju MTsN Kediri 2, entah kesambet apa gue pengen daftar kesana -_-V Singkat cerita, gue ya gue daftar ke sebuah program yang ada di sekolah itu. Sebut saja Excellent dan Acceleration. Tapi, gue milih excellent kok. Serangkaian testnya gue jalani, dan dari awal test itulah gue mulai hafal beberapa orang, dan ternyata beberapa dari mereka jadi temen sekelas gue~wakakak nggak nyangka. Dan saat hari pengumuman, oke gue masuk ._. alias keterima, ehm gimana ya perasaan gue? ehm, lupa nih, eh pasti seneng kok. Lalu, oke dan gue langsung booking tempat di pondok sebelah kok. Nah, karena kesalahan teknis, entah siapa yang salah. Gue ketinggalan acara awal, proses yang seharusnya gue jalani, yaitu matrikulasi sebelum hari-hari gue bener-bener aktif di sekolah itu. Lucu ? Iya, menurut gue lucu banget. Bahkan saat gue tahu, yaitu dua hari sebelum MOS, ternyata guru yang biasa ngabsen sampai hafal, yaiyalah gue yang dicariin tiap hari kagak ada -__- Bahkan ada beberapa anak juga yang sampai hafal, ya karena setiap di absen gue nggak ada. Keren kan, nama gue udah terkenal duluan. Konyolnya, gue juga bahkan belum kebagian seragam, astaga! Gue kasihan kalau ingat waka kesiswaan yang saat itu masih P. Shofwan (wali kelas gue di kelas IX) kelihatannya nggak nyangka dengan kejadian yang gue alami xD wahahaha. Dan oke, besoknya, gue ikut matrikulasi ._. gue nggak punya buku, I have nothing deh pokoknya. Everyone mandang gue heran -pastilah. Baik sih, tutornya P. Ali mau ngasih gue bukunya ke gue *so sweet yak? Dan oke, jujur saat itu gue emang watados banget. Dan lucunya lagi, gue seharusnya nggak di kelas itu tau! hahaha, tapi okelah it's okay xD Gue ingat waktu itu gue sekelas sama ila, dhita, erin, dan lainnya gue lupa -__-V Dan hari itu, adalah hari terakhir matrikulasi! Rasanya gue pengen ngakak -swear. Oiya, kan saat itu tes bahasa inggris yak, gue dapet O alias salah semua, hahaha. Lagi-lagi gue it's okay xD Kenangan lah, selama satu bulan gue bolos hahaha Lucu, gue telat mengenal mereka. It's okay no problem. Hahaha, untungnya gue nggak ditolak buat masuk sekolah itu, hehehe. Lalu, setelah itu berlanjut ke MOS sekolah.Dan baru lah gue tahu gue dikelas mana. Yap! Gue beruntung masuk ke kelas B, yang terkenal emang kreatif anak-anaknya. Hmm, lanjutannya ada di part 2