Aku 16 tahun, remaja yang seharusnya bahagia kan? Hahaha. Entahlah bagaimana definisi kalian tentang bahagia. Mungkin punya baju banyak dan modis, tampil cantik memukau, banyak disukai lawan jenis bahkan sampai nolak-nolak, populer diantara yang lain. Mungkin seperti itu definisi bahagia kalian? Tapi, aku tak punya semua itu. Dan, aku bahagia, sungguh aku bahagia. Meskipun kalian tak tahu, tak ada yang tahu aku setiap hari bahagia, hatiku tenang. Aku bahkan masih bahagia mengetahui apapun yang aku alami. Aku 16 tahun, dan aku bahagia, namun aku seperti hidup dibawah bayang-bayang. Bisa saja setiap saat aku akan sekarat, kehilangan setengah jiwaku, walaupun aku tetap bahagia. Tapi, aku selalu takut, hidup dibawah bayang-bayang yang bisa saja semakin gelap. Menutup hampir seluruh cahaya harapan-harapanku yang gemilang. Berapa kali aku mencoba menghibur, bertanya pada master, tapi, tetap.... aku akan sekarat merasakan bayang-bayang yang menaungiku. Aku 16 tahun, dan hidup dalam ketakutan terselubung. Yang lalu lebih sering membuatku hidup dalam kebencian, kebencian sirri yang tak ada manusia. Bayang-bayang itu.... bahkan membuat rapuh relung-relung yang sudah tergores dimana-mana ini. Aku, selalu takut. Dan namun, aku seakan tak mampu menghilangkannya. Aku menerimanya, bisa jadi ini hukuman bagiku. Ya, mungkin ini hukuman. Bahkan, hatiku sudah terlalu rapuh untuk terlalu berharap apapun.
Namun, aku bahagia, sungguh. Tidak, ini sudah jalanku. Tak ada alasanku untuk membenci jalanku. Namun, aku juga tak bisa lepas dari bayang-bayang ini. Biarlah, biar ku nikmati segala kerapuhan dan kegelapan oleh bayang-bayang itu, entah hingga kapan.
Aku gadis 16 tahun, dan aku bahagia, hidup dalam bayang-bayang yang setiap saat bisa merapuhkan cahaya-cahaya gemilang harapanku.
Terima kasih Tuhan, kau memberiku yang terbaik.
Twitter
Facebook
Flickr
RSS