Scare

0 komentar

Aku 16 tahun, remaja yang seharusnya bahagia kan? Hahaha. Entahlah bagaimana definisi kalian tentang bahagia. Mungkin punya baju banyak dan modis, tampil cantik memukau, banyak disukai lawan jenis bahkan sampai nolak-nolak, populer diantara yang lain. Mungkin seperti itu definisi bahagia kalian? Tapi, aku tak punya semua itu. Dan, aku bahagia, sungguh aku bahagia. Meskipun kalian tak tahu, tak ada yang tahu aku setiap hari bahagia, hatiku tenang. Aku bahkan masih bahagia mengetahui apapun yang aku alami. Aku 16 tahun, dan aku bahagia, namun aku seperti hidup dibawah bayang-bayang. Bisa saja setiap saat aku akan sekarat, kehilangan setengah jiwaku, walaupun aku tetap bahagia. Tapi, aku selalu takut, hidup dibawah bayang-bayang yang bisa saja semakin gelap. Menutup hampir seluruh cahaya harapan-harapanku yang gemilang. Berapa kali aku mencoba menghibur, bertanya pada master, tapi, tetap.... aku akan sekarat merasakan bayang-bayang yang menaungiku. Aku 16 tahun, dan hidup dalam ketakutan terselubung. Yang lalu lebih sering membuatku hidup dalam kebencian, kebencian sirri yang tak ada manusia. Bayang-bayang itu.... bahkan membuat rapuh relung-relung yang sudah tergores dimana-mana ini. Aku, selalu takut. Dan namun, aku seakan tak mampu menghilangkannya. Aku menerimanya, bisa jadi ini hukuman bagiku. Ya, mungkin ini hukuman. Bahkan, hatiku sudah terlalu rapuh untuk terlalu berharap apapun.
Namun, aku bahagia, sungguh. Tidak, ini sudah jalanku. Tak ada alasanku untuk membenci jalanku. Namun, aku juga tak bisa lepas dari bayang-bayang ini. Biarlah, biar ku nikmati segala kerapuhan dan kegelapan oleh bayang-bayang itu, entah hingga kapan. 
Aku gadis 16 tahun, dan aku bahagia, hidup dalam bayang-bayang yang setiap saat bisa merapuhkan cahaya-cahaya gemilang harapanku.
Terima kasih Tuhan, kau memberiku yang terbaik.

Serigala

0 komentar

Miris ya, anak muda jaman sekarang senengnya boong. Udah nggak usah ngeles, keles. Ya gue juga, gue suka becanda boong-boong. Tapi, parahnya, anak jaman sekarang suka ngeboongin anak orang lain, siapa elu padahal. Bisa-bisanya boong-boong seenak jidatnya. Dan, entahlah kenapa ya perasaan kok mereka ngebosenin, entahlah. Mungkin gue aja yang geje. Gue nggak seneng sama cowok yang sok kenal, dan emang kebanyakan cowok kayak gitu. Nah, itu yang bikin gue eneg! Astaga, kata master cowok jaman sekarang itu serigala ! Plis! Dan ketika gue tanya ke master "Lalu, sekarang masih adakah lelaki yang bukan serigala?" Beliau dengan rendah dan pelan menjawab "Ada, pasti ada" dengan arti akan sulit menemukannya. Sudah terlalu banyak serigala bertebaran. Rasanya gue sakit, lemes, sekarat -alay. Mendengar pernyataan kayak gitu dari master. Dan, ya tahu kan serigala? Ketika akan menangkap mangsanya dia tersenyum, menyeringai, tapi setelah itu ditirkam lalu ditinggal. So? Oke, end. Serigala akan mencari mangsa lain. So, be smart! Gue pernah ketemu serigala? ^_^ mau tahu? Iya, semua yang gue temui adalah serigala (kelihatannya) Hingga akhirnya jadilah gue seperti ini. Sang rusa sekarat yang berontak ^_^ Enjoy? Of course, I should enjoy my life. Terkadang gue udah putus asa sama kebaikan di dunia ini. But, actually, memang tak ada yang benar-benar baik di dunia ini. Semuanya akan hancur lebur. Dan orang-orang seperti gue, mungkin udah nggak cocok hidup di disini. Berharap Lothlorien bakalan muncul lagi. So, everyone, be smart to face the wolf ! However they are, the will smile, eat, than leave you.

"Ngecer"

0 komentar

Istilah ini gue dengar pertama kali ya di lingkungan pondok gue ini. Ini digunakan untuk menyebut orang yang ya semacam tebar pesona. Bisa cewek bisa cowok. Nah, di lingkungan gue cewek sama cowok dipisah. Jadi, saat ada cewek jalan di depan anak-anak cowok, itulah disebut ngecer, begitu pula sebaliknya. Eits, jangan salah. Ini tetap tergantung niat masing-masing manusianya. Ya emang ada yang terang-terangan dan keliatan banget "ngecernya" alias keliatan salting. Nggak mau nggak mau padahal ngebet -nah inilah biasanya orang yang punya keinginan ngecer terpendam. Atau yang emang udah pede banget sambil senyam senyum tebar pesona, nah ini tipe blak blakan. Dan ada juga yang stay cool alias emang "dont care" alias ya emang jalan doang-wong itu jalannya. Nah, jujur..... Gue tipe nggak peduli. Gue cuma khawatir kalo misal rok gue ternyata punya celah yang lebar-ini gue baru rada salting. Selain itu "I dont care" . Menurut gue, so what? for what? -__- *tapi kalau untuk cowok gue nggak tahu ya motifnya apa, ya mungkin emang tebar pesona. Tapi, menurut gue ya nggak perlu lah. MENURUT GUE -untuk orang lain gue nggak tahu. Karena, ya entahlah. Untuk apa sih? Dandan cantik-cantik untuk mereka yang bahkan nggak kenal, nggak jelas orangnya, nggak berpengaruh pada diri kita. Jujur, gue emang terkadang emang harus keliatan "beda" saat di depan ibu gue, ataulah keluarga lah. Ya, karena mereka keluarga gue, mereka berarti buat gue dan gue berarti buat mereka. Hai, para wanita khususnya, laki-laki yang "diberkati" tentulah dapat menemukan cantiknya wanita itu bahkan tanpa wanita harus harus muncul di depan mereka bahkan tebar pesona. Tapi, yah. Ini hanya opiniku. Memang masa-masa muda, mungkin memang saatnya begitu, dandan, disukai laki-laki banyak, tampil cantik dimanapun, modis. Hahaha, tapi sayang, entah kenapa hatiku tak ingin untuk terlalu alay memikirkan hal tersebut. Berbahagialah kalian, kalian tak perlu merasa akan kalah cantik atau kalah mencolok atau kalah wangi kalah modis saat disampingku xD wakakakak

P.S : Hei, laki-laki "yang diberkati" adalah laki-laki yang mempunyai jalan yang tak dimiliki kebanyakan orang. ^_^

Parfum

0 komentar

Hai, kali ini gue mau menyatakan kemuakan keberatan gue atas yang mereka lakukan (!) Yang selalu menyiksa mengganggu hidung gue -wakakakak. Jadi begini. Hai wanita, gue tahu untuk menjadi wangi itu enak, tapi kalau wanginya kebanyakan. Tak tahukah kalian betapa tersiksanya orang sekitar? Apalagi spesies manusia (kayak gue) yang hidungnya sensitif dan mudah mengirimkan sinyal ke otak. Ketika membau hal-hal yang tidak wajar, seketika kepala menjadi pusing pening. Baik, ini kedengaran konyol, tapi ini sebenarnya cukup penting. Begini, jika saja setiap kalian pergi kalian memakai setengah botol parfum untuk satu baju, lalu jika besoknya memakai baju yang sama, maka kalian sudah habis satu botol parfum ! Astaga! Itu adalah pemborosan besar yang bahkan manfaatnya kurang. Jika ini hanya sekedar lomba wangi-wangian antar teman, buat apa? Toh, nggak mendapat hadiah jika lebih wangi, walaupun bisa jadi mendapat umpatan jika tak wangi, tapi so what? Dan jika ini tentang menarik hidung laki-laki untuk membau dan lalu menoleh, lalu juga buat apa? Ya mungkin ada yang bisa langsung berdesir hatinya saat membau parfum kalian yang memang tak biasa xD Tapi, bagaimana jika malah mereka membatin-batin "Alamak, ini cewek punya parfum sebotol sekali pake kali ya, wah bisa langsung kere gue kalau tiap hari beliin dia parfum" Nah, lhoh -wakakakakak. Lagipula, enggak baik juga cewek kemana-mana terlalu wangi *wesseh sok menasehati* Jadi, please. Pake parfum secukupnya aja ya ._. Soalnya gue nggak tahan sama wangi-wangi yang terlalu wangi, apalagi yang baunya eneg. Bukannya gue iri, cuma kasihan orang sekitar yang hidungnya sensitif kayak gue -__- Thank you !

P.S : Hmm, dan saran juga bagi spesies seperti gue, lebih baik sediakan masker
*wakakakakakak.

Masa-masa Alay (Special Edition)

0 komentar

Why? Special edition? Iya, gue menceritakan sudut lain matsanda. Nah, ngronggo. Lingkungan itu adalah lingkungan sekolah, rame deh. Nah, depan sekolah gue banyak penjual yang enak-enak. Hahaha. Gue suka pentol depan MTs yang gue nggak tahu namanya yang jual *hahaha. Ada lagi penjual siomay Pak Dadang yang bumbunya "beda" *menurut gue. Terus ada roti bakar seribuan yang jual bapak-bapak lumayan tua. Oiya, ada tahu kres juga. Dan ada warung langganan gue, lintang :D gue lumayan deket sama mbak nya, yang gue nggak tahu namanya sehingga gue suka manggil mbak lintang -_-V *gue lama banget nggak nyambang. Nah, kalau malem ada Nasi goreng xD Disudut lain, ada toko pak Sis ! yang setia *hellah* untuk jadi tujuan belanja kebutuhan hidup gue selama disana :D Dan ada warnet yang juga setia jadi tempat tujuan gue xD hahaha. Emang disana lengkap deh xD Dan nggak lupa juga, mbak laundry yang selalu sabar buat nerima cucian gue yang selalu berembel-embel "Mbak, diambil besok bisa?" Dan mbaknya selalu jawab "Iya, mbak saya usahakan" Kalau nggak gitu pagi2 gue udah telepon "Mbak, udah buka? Saya mau laundry" Dan pasti jawabnya "Iya mbak, sudah" atau "Iya, mbak mau saya buka kok" Hahaha. Dan tentunya pondok gue selama tiga tahun Avissina tercinta *wakakakak. Yang gue adalah mungkin termasuk santri terbandel dan termalas hahaha. Ya sudahlah, itu semua kenangan. Tapi, gue seneng mengenangnya. Hidup gue disana berwarna-warni, lucu. Nah, dan ada yang nanya nggak tentang kisah "rasa suka" gue? NGGAK. Yaudah, berarti nggak perlu gue ceritain. Biar yang sudah tahu yang tahu, yang belum ya biar tidak tahu. xD Tapi, yang jelas, sekecil apapun rasa suka itu pastilah punya cerita, meski cuma secuil. Dan disana, aku selalu suka suasana sore hari di Kediri, terutama di sekolahku sana. :)
In memoriam -gue yang akhir-akhir mau lulus suka kencan sama hinda di depan sekolah, berbicara banyak hal, memperhatikan banyak hal, bahkan melihat seseorang *mungkin* xD *miss this moment*

---A.K (akhir kata) : Akhirnya, mengenang masa alay selesai juga ya. Meskipun alay, tapi masa itu selalu indah dan lucu untuk dikenang, dan tentu banyak pelajaran yang bisa gue ambil yang nggak bisa gue sebutin satu-satu. Yang lalu biarlah berlalu, saatnya memperbaiki untuk hari esok lebih baik. ^_^

Masa-masa Alay (Part 4)

0 komentar

Memasuki gerbang kehancuran perpisahan, kelas 9, angkatan tertua dalam sekolah. Gimana rasanya? Swear, wuenak tenan mantap jos gandos *alay* Tapi, emang. Serasa ISTIMEWA. Banyak dibikinin acara, nggak boleh capek, tapi banyak ujian, tapi bimbingannya wuih los ! Baik banget yak gurunya? Emang, menurut gue. Selain itu, di kelas 9 ini kita jadi makin lekat kayak lem eh maksudnya amplop sama perangko gitchu Dari bikin senam bareng ._. Lomba senam, jalan-jalan, pokoknya serasa "sesuatu" kelas 9 itu. Oiya, bimbingannya waktu kelas 9 diubah lho, diacak, jadi bisa jadi anak A bisa sama anak B. Dan gue dua kali kalo nggak salah di kelas A. Oke, cukup. Lupakan tentang ujian. Tapi, di kelas 9 nggak ada lagi english atau arabic camp, sedih ya? Iya, banget -__- Nah, tapi seru kok tetepan! Banyak hal terjadi di kelas 9 *eh. Dari mulai musikalisasi puisi, yang oh astaga bisa punya lagu sendiri itu "sesuatu" sampai apa ya? Gue banyak tahu rahasia anak-anak di kelas 9 -wehehehehehehehe xD ngakak! Terus menjelang UN, kelas 9 juga punya acara khusus yaitu Refreshing Day, dimana kelompok2 yang anggotanya diacak dari seluruh kelas 9. Sueru! Gue masih ngakak kalau inget, gue yang usul kalau identitas kelompok kita adalah serbet xD simple banget kan? Dan nama kelompok kita adalah palu! Dan gue rasa, rujak kelompok kita yang paling wenak! Dan lagi.... Kelompok menang apa ya *lupa eh xD haha. Pokoknya ada estafet air, lempar belut *ini yang paling seru* , makan krupuk, dan yah, enak deh pokoknya. Dan juga ada banyak kejutan di kelas 9, nah semester satu kelas 9 peringkat gue naik xD WAKAKAKAK, karena emang di kelas 9 gue dapet guru yang wenak-wenak. Semester dua ehm gimana ya? Ya, UN ! Setelah UN, ya nyari sekolah -oh, astaga ini bad memori- Oiya, gue seneng banget jalan-jalan ke Jatimpark *wuuu soalnya gue emang nggak pernah kesana :v terus setelah UN nginep di malang, huwaa wuenak, disitu gue bisa naik perahu lagiiii. Seru! Lalu, malemnya bakar-bakar yang emang kelas gue siap banget bawa bahannya. Hahaha. Dan tibalah graduation, ehm ya biasa aja sih menurut gue graduationnya *eh. So sweet sih antara Kepala Sekolah sama Kamal *hahaha* Itu yang berkesan. Nah, itu deh. Serasa cepet disana, tiga tahun, huah! Banyak kenangan yang emang nggak bisa ditulis satu persatu. Oiya, di kelas 9 gue ngerasa lumayan dekat sama kepala sekolah *lhoh entahlah, mungkin karena beliau sering memberi wejangan hahaha. Dan yang paling gue ingat adalah "jununu fununu" ternyata itu diambil dari nadhoman kitab ta'lim yang setiap malam selasa gue lantunkan *eak. Intinya cuma orang gila yang pengen pinter/kaya tanpa usaha. Hahaha. Bersyukur. Bersyukur pernah disana, pernah kenal mereka, berjuang, dan menuntut ilmu bersama-sama~ 
Semoga mereka akan selalu menjadi orang-orang yang terlindungi dan terahmati :)
*In memoriam 
-Bu Yosi Adilla -guru BK kesayangan yang selalu menawan senyumnya
-Bapak Mansur -guru Aqidah Akhlak yang selalu berbaik hati menyimak hafalanku yang kata beliau banyak "korupsi"
Terima kasih guruku,  dan semua keluraga besar MTsN Kediri 2 *especially kelas B :D


Masa-masa Alay (Part 3)

0 komentar

Baiklah, lanjut lagi. Memasuki kelas 8, ehm apa ya? Yang paling gue inget, kelas 8 ini gue mulai deket sama ila sama laila dan banyak anak lain xD hehe, ya setahun kenal harus lebih kenal kan ya? Hahaha. Dan tahun itu ajaib, gue yang biasa-biasa aja ini bisa dapet beasiswa dari kemenag *yang baru gue baru tahu berapa baru-baru ini* Kenapa? Karena, gue pernah menang lomba, lomba apa? Rahasia dong :p wakakak. Pokoknya nggak nyangka. Emang ya, kapan sih Tuhan nggak baik hati? *renungkan sendiri* Oiya, saat kelas 8 gue mulai rada paham beberapa pelajaran *wkwkwkwk. Ya gitu, gue masih sering jalan-jalan. Oiya, ada SKAL (Studi Kenal Alam dan Lingkungan) Seru sih, ke Yogya, ya gitu deh. Sama kayak waktu gue SD hehe bedanya nginep di hotel ._. Dan lucunya lagi gue ikut bimbingan ala OSN Matematika -__- Lucu? BANGET! Gue milih itu gara-gara waktunya yang emang hari jumat *nggak menganggu waktu pulang gue. Dan sebentar banget, mulai pulang sekolah sampai waktu jumatan. Soalnya gurunya Pak Ulum hahaha *yang "sesuatu" :D wakakakak *Hai, pak ! Dan, di kelas 8 ini, kelas gue punya project buat tampil di perpisahan kelas IX. Dan apa? Kita DRAMAAAAA! Ini adalah entah gue lupa, menurut gue KEREN! Kece banget ! Gue yang nulis naskahnya *pamerdikit* Dan sekaligus, ya tau deh gue suka ngatur-ngatur emang kalo ada tampilan-tampilan xD Iya, ini drama yang spesial karena hampir satu kelas terlibat semua. Kecuali, beberapa anak cowok dan ceweknya yang nggak ikut gue, laila, ila, sabila. Tapi, gue tetep bangga kok! Terharu waktu selesai mereka tampil, riuh penonton tepuk tangan! Bahkan, mereka juga bisa tampil di acara perpisahan umumnya loh! Itu cuma salah satu karya kita xD Ada drama-drama lain lagi. Ya gitu, kelas gue emang gudangnya artis (y) ! Dan gue suka untuk menjadi "penonton" saat mereka tampil, "menemani" saat mereka latihan ! *Miss this moment*  Nah, itu secuil hari-hari kelas 8 gue :D lanjutnya di part 4 xD

Masa-masa Alay (Part 2)

0 komentar

Kembali lagi dengan zaman baheula ku, ehm baik langsung menuju MOS. Ini adalah pengalaman pertama diperlakukan seperti orang bodoh oleh entah orang yang tidak dikenal. Disuruh pakai atribut aneh-aneh yang menurut gue nonsense dan nggak ada manfaatnya sama sekali. Alih-alih ngeluarin duit, nyusahin orang tua karena saat itu yang ikut MOS adalah anak yang baru lulus SD, bisa bayangin kan? Gue juga gitu kok, nyusahin keluarga gue. Jadi, berharap Indonesia punya MOS yang lebih berkualitas ya aamiin. Jadi, MOS kali itu ya biasa aja, capek. Nah, dan baru setelah itu hari-hari gue disana dimulai. Langsung saja, dikelas 7B *waktu itu, gue menemukan orang-orang bernama ini *urut dari absen satu sampai 30* Yogi, Ardi, Andi, Diego, Hanif, Ilham, Imam, Faish, Saddam, Jemi, Naufal, Arip dilanjutkan Adrista, Tya, Nia, Via, Aqila, Risda, Dhita, Eliz, Erien, Fatatin, Haniza, Hinda, Laila, Sabila, Silvi, Vena (eh ini gue xD), Wahyu, Ama. Yap! Mereka anggota kelas B, yang emang bareng dari kelas 7 sampai kelas sembilan. Ehm, waktu kelas 7 wali kelas gue bu Zahrok, kelas 8 bu Nur Aini, kelas 9 Bapak Shofwan. Dan seingat gue, gue pernah jadi perangkat kelas dua kali xD Jadi, masa-masa Mts gue pun dimulai. Banyak kegiatan yang gue alami. Yang paling awal yang berkesan adalah Jurnalis Trip, yang nginep di markas Radar Kediri sampe ke pabrik kertas. Wuih, malem-malem makan pecel. Sesuatu banget deh ._. Dan, laporan gue menjadi yang terpilih untuk dimuat di koran radar kediri lho! *idungembang* Oiya, waktu itu juga gue sama temen-temen jadi penjual koran dadakan di lampu merah xD pagi-pagi, hahaha. Seru! Dan juga ada English-Arabic Camp, terus apa ya gue lupa namanya, pokoknya nginep 3 hari di HEC Pare. Itu juga seru, belajar bahasa inggris sama tutor-tutor muda. Dan ada beberapa kunjungan lagi. Hmm, lalu pelajaran gue? Entahlah, mereka menjuluki gue "anak tersantai" ~wakakakak. Tapi, emang gue nggak mikir kok, makanya hidup gue dulu bahagia *sebelum negara api menyerang. Dan, lucunya gue sempet ikut osis lho, tapi putus saat naik ke kelas 8 :v hehe. Jadi, kelas 7 itu gue masih nakal-nakalnya lah *wakakakak dan culun banget. Lanjutannya di Part 3 ya !

Masa-masa Alay (Part 1)

0 komentar

Zaman yang kunamai masa alay ini berkesan, tentulah. Memang tak ada masaku tak berkesan *hellah* Jadi, jeng jeng jeng. Saat aku MTs, atau yah masa SMP. Sebenarnya ini cukup mengerikan malu, pengen ketawa kalau ingat. Tapi, emang lah, kata sobat gue "Masa lalu emang selalu lucu" completely true! Jadi, waktu itu gue yang baru mau lulus SD, dengan pede-nya daftar ke sebuah sekolah di kota sebelah bernama Kediri, tepatnya gue menuju MTsN Kediri 2, entah kesambet apa gue pengen daftar kesana -_-V Singkat cerita, gue ya gue daftar ke sebuah program yang ada di sekolah itu. Sebut saja Excellent dan Acceleration. Tapi, gue milih excellent kok. Serangkaian testnya gue jalani, dan dari awal test itulah gue mulai hafal beberapa orang, dan ternyata beberapa dari mereka jadi temen sekelas gue~wakakak nggak nyangka. Dan saat hari pengumuman, oke gue masuk ._. alias keterima, ehm gimana ya perasaan gue? ehm, lupa nih, eh pasti seneng kok. Lalu, oke dan gue langsung booking tempat di pondok sebelah kok. Nah, karena kesalahan teknis, entah siapa yang salah. Gue ketinggalan acara awal, proses yang seharusnya gue jalani, yaitu matrikulasi sebelum hari-hari gue bener-bener aktif di sekolah itu. Lucu ? Iya, menurut gue lucu banget. Bahkan saat gue tahu, yaitu dua hari sebelum MOS, ternyata guru yang biasa ngabsen sampai hafal, yaiyalah gue yang dicariin tiap hari kagak ada -__- Bahkan ada beberapa anak juga yang sampai hafal, ya karena setiap di absen gue nggak ada. Keren kan, nama gue udah terkenal duluan. Konyolnya, gue juga bahkan belum kebagian seragam, astaga! Gue kasihan kalau ingat waka kesiswaan yang saat itu masih P. Shofwan (wali kelas gue di kelas IX) kelihatannya nggak nyangka dengan kejadian yang gue alami xD wahahaha. Dan oke, besoknya, gue ikut matrikulasi ._. gue nggak punya buku, I have nothing deh pokoknya. Everyone mandang gue heran -pastilah. Baik sih, tutornya P. Ali mau ngasih gue bukunya ke gue *so sweet yak? Dan oke, jujur saat itu gue emang watados banget. Dan lucunya lagi, gue seharusnya nggak di kelas itu tau! hahaha, tapi okelah it's okay xD Gue ingat waktu itu gue sekelas sama ila, dhita, erin, dan lainnya gue lupa -__-V Dan hari itu, adalah hari terakhir matrikulasi! Rasanya gue pengen ngakak -swear. Oiya, kan saat itu tes bahasa inggris yak, gue dapet O alias salah semua, hahaha. Lagi-lagi gue it's okay xD Kenangan lah, selama satu bulan gue bolos hahaha Lucu, gue telat mengenal mereka. It's okay no problem. Hahaha, untungnya gue nggak ditolak buat masuk sekolah itu, hehehe. Lalu, setelah itu berlanjut ke MOS sekolah.Dan baru lah gue tahu gue dikelas mana. Yap! Gue beruntung masuk ke kelas B, yang terkenal emang kreatif anak-anaknya. Hmm, lanjutannya ada di part 2

Pensil

0 komentar

Ini aneh, eh enggak juga sih ya? Kenapa gue pengen nulis tentang "pensil" Yap! Gue merasa jahat soalnya pensil yang jadi teman setia *ecieh* gue tapi enggak pernah gue bahas. Kenapa pensil? Oiya, ini pensil yang dari kayu loh! Yang tradisional xD Kok bukan bolpoin? I don't know. Gue emang lebih suka nulis pakai pensil, sejujurnya. Tapi, gue lebih suka nulis pake bolpoin kalau tentang materi, biar lebih jelas bacanya kalau gue buka lagi. Tapi, jujur, buku catatan harian *alias diary* gue, tulisan pensil isinya. Pensil itu menurut gue lebih fleksibel, ringan, unyu (?), tak terlalu mengotori, mudah dihapus, dan enak buat ngapain. Buat gambar, buat nulis, buat ngupil, buat cemilan digigit-gigit kalau lagi pusing, buat dicantolin di telinga, buat ditaruh diatas mulut dibawah hidung sambil monyong-monyongin bibir *bisa ngebayangin kan? -__- dan buat klotekan *ringan, buat diputer-puter, buat nunjuk-nunjuk semacam tongkat karena pada dasarnya terbuat dari kayu, dan masih banyak lagi. Tapi, pensil mudah patah apalagi kalau jatuh atau orotannya yang geje, dan bisa memendek, ._. Tapi, gue tetep sayang selamanya polepel sama "pensil" Dan, lebih seru kalau menjadikan pensil itu ajaib dengan apa yang kita goreskan. Dia akan jadi lebih berarti ^_^ Terima kasih pensil, telah menjadi benda yang berguna di dunia ini, dan hidupku :D

Tulisan Bagus

0 komentar

Sebenarnya hal ini beda tipis. Tugas yang diberikan guru, kalian kerjakan karena? Tidak usah bertanya kenapa jika tidak dikerjakan. Pasti satu, malas, dua malas, tiga malas, empat lupa. Hahaha. Dan pertanyaannya adalah jika mengerjakan, kenapa dikerjakan? Sebenarnya ini konyol, tapi seru juga membahasnya. Jadi, ini berawal dari sejak negara api menyerang eh berawal ketika mendapat tugas ditulis tangan, dan itu banyak banget. Kenapa pada ribet semua? Terutama cewek. Sepenuh hati nulisnya sampai gue pengen muntah bosen gue nungguin. Takut salah lah, everything. Tapi kehati-hatiannya alay. Alasannya nanti nilainya dikurangi. Yaudah deh, gue manut. Atau emang gue yang nggak suka kerapian *hah? Hahaha. Walaupun emang gue akui, iya. Aku bukan orang yang cukup sabar dan tlaten untuk berlama-lama rapi. Tulisan gue aja kayak cakar ayam. Tapi, sebenarnya tulisan bagus itu menyenangkan guru lhoh! Mempermudah guru untuk mengoreksi, dan bisa jadi nilai kalian emang lebih bagus kalau tulisan kalian bagus dan jelas. Jadi, emang lebih baik menulislah dengan rapi. Ini saran, dan emang dalam suatu kitab, memang dianjurkan untuk menulis ilmu dengan rapi. Agar saat tua kita nggak menyesal kenapa tulisan kita dulu jelek sampai nggak bisa kebaca. Oke, sekilas info singkatnya tentang pentingnya tulisan rapi dan jelas.

[Hidden]

0 komentar



Namanya, ..... *sorry. You cant find it just with read it. Dia salah satu orang terpilih yang masuk blog ku. Dia hidup di atas tanah dibawah langit sama kayak gue. More information hidden....

“Stay Calm and Crazy”
“Wherever you are be a free man”
P.S : Maaf, system menolak orang ini untuk dipublikasikan*-__-V Hanya beberapa kata yang pernah ditulisnya yang bisa ditampilkan.

Hindana Fatmasari

0 komentar

*Pict menyusul* ~hehehe

Jadi, dia. Gue panggil dia Hinda. Salah satu orang terpilih yang masuk blog gue. Hindana Fatmasari namanya. Anak ini kata temen-temen rada mirip Maudy Ayunda lhoh! Wakakak.  Aku tahu manusia ini saat aku mulai masuk MTsN Kediri 2, almamater ku, lebih tepatnya kelas B tercinta, wakakak. Lupa sih gimana pandangan pertamanya xD Gue baru tahu kalau anaknya jos gandos -__-saat raportan semester 1 kelas VII. Dia peringkat satu broh! Waw, ddm banget menurut gue. Diam-diam mengejutkan xD Waktu berjalan, dan gue lupa juga kenapa gue ngrasa deket. Ya, gue seneng aja sama dia ~wahahaha. Anaknya enakan, apalagi kalau suruh ngajarin. Nggak neko-neko walaupun alay juga *anak B nggak ada yang nggak alay -__-V dalam konteks masing-masing tentunya. Dan gue berasa lebih deket lagi waktu kelas IX. Jujur, setiap sore kita sering ngedate di depan sekolah sebelum pulang-wakakak. Kita banyak cerita, apa saja. Anaknya nyebelin –wahahaha, enakan. Oiya, gue pernah nginep di kosnya, soalnya pintu pondok gue udah dikunci *kalau nggak salah habis studi konteks. Dan, dia kece beud banget, bisa bertahan tetap peringkat pertama sampai semester V ! Dia juga anak olimpiade lho ! Especially, bidang biologi. Oiya, dia salah satu anak yang masih lumayan sering kontak sama gue *biasanya gue telpon* meskipun udah nggak satu sekolah, eh satu kelas lagi. Sukses deh buat dia! Oiya, gue sering ngolok-ngolok dia sama temennya -__- Itu seru! Wahahaha. Thanks for everything bud !

Kelam

0 komentar



Aku selalu bertanya, namun tak banyak yang kutanya. Entah kenapa. Tak banyak yang ku ajak bicara, benar-benar bicara. Entah kenapa. Kupakai intuisiku. Kupakai naluriku. Jika ada yang tahu, atau mau tahu, sungguh kelam hati ini. Aku banyak tak suka, sedikit percaya, banyak berbicara dengan diri sendiri. Banyak membenci, sedikit suka, sedikit perhatian, banyak mendengar. Aku tak bisa melihat setiap inchi raga seseorang, namun aku bisa merasakan dirinya meski hanya beberapa detik. Entahlah, aku selalu memakai naluriku. Aku melihat aku tak seperti mereka, aku seperti melihat mereka dari balik tiraiku. Andai ada yang tahu, mau tahu. Betapa kelam hati, yang selalu bermimpi, meniti dunia peri. Entahlah. Aku selalu merindu, dunia yang belum pernah kutemui, yang belum pernah kurasa. Aku selalu bermimpi dari balik jeruji besiku, dunia yang bisa ku masuki. Betapa kelam hati yang terkunci, yang selalu bermimpi. Hari-hari indah dengan bayang-bayang masa depan, hati hancur dengan pemandangan realita. Setiap saat, terbangun dan hancur. Jika ada yang tahu, mau tahu. Anak manusia berhati kelam ini, sudah merapuh. Banyak berpikir, sedikit terungkap, sedikit percaya, banyak bermimpi. Banyak melamun, banyak sendiri, banyak bermimpi. Menjadi peri. Silakan tertawa, namun kelamnya hatiku sudah tak peduli lagi, tak merasa terhina lagi.

Bumi Tua

0 komentar



Aku enam belas tahun. Ya sudah selama itu hidup di dunia yang makin lama makin tua, tergerogoti hawa kejahatan. Asap hitam dimana-mana. Jikalau tak terlihat, mereka merayap diam-diam entah lewat mana selalu ingin menyentuh tanah terlindung, melenyapkannya. Aku selalu ingin berduka untuk bumi yang tercipta dengan penuh cinta ini. Apalagi tanahku yang sejengkalnya mungkin diambil dari surga. Namun,  entahlah. Aku selalu cinta, iya tepatnya bersyukur. Bagaimanapun aku lahir disini, malaikatku ada disini, mereka. Bahkan hingga enam belas tahun ini, mereka masih setia bersamaku. Hai, Indonesiaku lahir lagi. Aku harap ada banyak hal baru akan lahir, atau ada banyak hal lama terlahir kembali, berenkarnasi menjadi lebih baik. Harapan. Semua memiliki harapan. Sebagian mampu mewujudkan, menemukan jalannya. Sebagian hanya berharap tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Entah aku masuk ke golongan yang mana. Aku hanya, hanya berharap kedamaian. Indonesia damai, lebih-lebih hatiku. Aku enam belas tahun. Kedamaian yang ku harapkan. Sulit untuk berharap pada kefanaan ini, pada materi di bumi yang semakin menua ini, yang ajalnya semakin berlari mendekat. Entah, entah sudah tingkal berapa jengkal lagi. Rasanya kesakitan itu sudah merasuk sum-sum. Cahaya bangsa-bangsa agung sudah mulai pudar, semakin redup, semakin hilang, tertelan asap-asap hitam menara-menara hitam. Jelaskan padaku, jika kau bisa. Bahwa tanah lahirku ini akan sembuh, cahaya itu akan kembali. Terlalu banyak orang sekarat. Terlalu banyak. . . . Jika ada mantra untuk menyembuhkannya, beritahu aku. Langit-langitku sudah terlalu kelam, entah bertahan hingga kapan.