Ini aneh, eh enggak juga sih ya? Kenapa gue pengen nulis tentang "pensil" Yap! Gue merasa jahat soalnya pensil yang jadi teman setia *ecieh* gue tapi enggak pernah gue bahas. Kenapa pensil? Oiya, ini pensil yang dari kayu loh! Yang tradisional xD Kok bukan bolpoin? I don't know. Gue emang lebih suka nulis pakai pensil, sejujurnya. Tapi, gue lebih suka nulis pake bolpoin kalau tentang materi, biar lebih jelas bacanya kalau gue buka lagi. Tapi, jujur, buku catatan harian *alias diary* gue, tulisan pensil isinya. Pensil itu menurut gue lebih fleksibel, ringan, unyu (?), tak terlalu mengotori, mudah dihapus, dan enak buat ngapain. Buat gambar, buat nulis, buat ngupil, buat cemilan digigit-gigit kalau lagi pusing, buat dicantolin di telinga, buat ditaruh diatas mulut dibawah hidung sambil monyong-monyongin bibir *bisa ngebayangin kan? -__- dan buat klotekan *ringan, buat diputer-puter, buat nunjuk-nunjuk semacam tongkat karena pada dasarnya terbuat dari kayu, dan masih banyak lagi. Tapi, pensil mudah patah apalagi kalau jatuh atau orotannya yang geje, dan bisa memendek, ._. Tapi, gue tetep sayang selamanya polepel sama "pensil" Dan, lebih seru kalau menjadikan pensil itu ajaib dengan apa yang kita goreskan. Dia akan jadi lebih berarti ^_^ Terima kasih pensil, telah menjadi benda yang berguna di dunia ini, dan hidupku :D
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
0 komentar: (+add yours?)
Post a Comment