Bolos Apel

Hari ini, ya pagi tadi. Langsung saja, aku bolos apel setiap hari Sabtu. Hahaha. Nakal ya? Eits, ehm bisa jadi. Tapi, aku tak berniat lho. Tadi pagi, aku berangkat seperti biasa. Saat datang tadi, sekolah besar ini masih cukup sepi. Hmm, oke gue ke kamar mandi, BAB (maaf) Kelasku di lantai tiga. Astaga ! Kalau ada pengumuman tidak kedengaran. I have no clock. Aku tak tahu berapa lama aku di kamar mandi. Saat aku datang sepi, dan terus sepi. I dont know. Aku mulai khawatir sudah jam berapa ini. Aku keluar dari kamar mandi. Astaga, sepi. Aku melongok ke bawah. Sepi tak ada murid. Mereka pasti sudah apel di lapangan depan. Oke, What I've to do? Gue masuk kelas dengan masih membiarkan tas gue di luar. Gue duduk manis di kelas, bawah jendela, shalawat. Berharap nggak ada siapapun menemukan gue dan sadar bahwa gue nggak ikut apel. Dan sejauh beberapa menit, aman, I think. But, what? My shoes! Di lantai satu! Pasti itu jadi satu-satunya sepatu yang tertinggal. Dan, oke. I can do nothing. Lalu, gue shalawatan lagi. Dan lalu. Yeee! Suara sepatu dibawah dan teriakan anak-anak mulai terdengar. Aku lalu keluar. Ada anak baru naik tangga, melihatku terbengong. I dont care. Ternyata shalat dhuha. Bertingkah layaknya anak lain, aku ke kamar mandi, wudhu. Lalu turun ke bawah. Saat dijalan mereka menyapaku biasa saja, bahkan teman sekelasku. Tak ada yang sadar aku tak ikut apel. Hahaha, ya sudahlah. Baiklah, ini keren. Tuhan benar-benar mengabulkan doaku. Thanks Tuhan, memang tak perlu takut. Ada engkau.
Ini cukup lucu, aku tak sepenuhnya salah bukan? hahaha

0 komentar: (+add yours?)

Post a Comment