Why? Special edition? Iya, gue menceritakan sudut lain matsanda. Nah, ngronggo. Lingkungan itu adalah lingkungan sekolah, rame deh. Nah, depan sekolah gue banyak penjual yang enak-enak. Hahaha. Gue suka pentol depan MTs yang gue nggak tahu namanya yang jual *hahaha. Ada lagi penjual siomay Pak Dadang yang bumbunya "beda" *menurut gue. Terus ada roti bakar seribuan yang jual bapak-bapak lumayan tua. Oiya, ada tahu kres juga. Dan ada warung langganan gue, lintang :D gue lumayan deket sama mbak nya, yang gue nggak tahu namanya sehingga gue suka manggil mbak lintang -_-V *gue lama banget nggak nyambang. Nah, kalau malem ada Nasi goreng xD Disudut lain, ada toko pak Sis ! yang setia *hellah* untuk jadi tujuan belanja kebutuhan hidup gue selama disana :D Dan ada warnet yang juga setia jadi tempat tujuan gue xD hahaha. Emang disana lengkap deh xD Dan nggak lupa juga, mbak laundry yang selalu sabar buat nerima cucian gue yang selalu berembel-embel "Mbak, diambil besok bisa?" Dan mbaknya selalu jawab "Iya, mbak saya usahakan" Kalau nggak gitu pagi2 gue udah telepon "Mbak, udah buka? Saya mau laundry" Dan pasti jawabnya "Iya mbak, sudah" atau "Iya, mbak mau saya buka kok" Hahaha. Dan tentunya pondok gue selama tiga tahun Avissina tercinta *wakakakak. Yang gue adalah mungkin termasuk santri terbandel dan termalas hahaha. Ya sudahlah, itu semua kenangan. Tapi, gue seneng mengenangnya. Hidup gue disana berwarna-warni, lucu. Nah, dan ada yang nanya nggak tentang kisah "rasa suka" gue? NGGAK. Yaudah, berarti nggak perlu gue ceritain. Biar yang sudah tahu yang tahu, yang belum ya biar tidak tahu. xD Tapi, yang jelas, sekecil apapun rasa suka itu pastilah punya cerita, meski cuma secuil. Dan disana, aku selalu suka suasana sore hari di Kediri, terutama di sekolahku sana. :)
In memoriam -gue yang akhir-akhir mau lulus suka kencan sama hinda di depan sekolah, berbicara banyak hal, memperhatikan banyak hal, bahkan melihat seseorang *mungkin* xD *miss this moment*
---A.K (akhir kata) : Akhirnya, mengenang masa alay selesai juga ya. Meskipun alay, tapi masa itu selalu indah dan lucu untuk dikenang, dan tentu banyak pelajaran yang bisa gue ambil yang nggak bisa gue sebutin satu-satu. Yang lalu biarlah berlalu, saatnya memperbaiki untuk hari esok lebih baik. ^_^
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
0 komentar: (+add yours?)
Post a Comment